Jumat, 01 Januari 2010
Kamis, 03 Desember 2009
kenapa ketika ujian tidak menggunakan piranti?
Kabar menyedihkan untuk seluruh pelajar nusantara, karena tuntutan tentang di hapuskannya ujian nasional tidak mendapat respon dari pemerintah bahkan menteri pendidikan tetap akan mengadakan ujian nasional. Memang selama ini ujian nasional merupakan standar yang paling ampuh untuk mengukur kompetensi dan kelulusan para peserta didik baik mulai dari kalangan sekolah dasar, sekolah menengah hingga sekolah tingkat atas. namun yang di sayangkan ketika ujian nasional berlangsung kemurniaan akan hasil belajar siswa tidak tampak yang terjadi adalah saling mencontek agar bisa lulus ujian nasional dengan baik. Tidak jarang ada sebagian kepala sekolah atau guru bahkan oknum tetentu yang membocorkan soal ujian nasional demi kelancaran para peserta didik, agar bisa lulus ujian nasional dengan baik. Tidak jarang pula kita jumpai fenomena bagi peserta didik yang tidak lulus ujian nasional mengakhiri nyawanya begitu saja. Naudzubillahimindzalik........
Muncullah sebuah pertanyaan kenapa kita para peserta didik ketika ujian maupun ulangan dilarang mencontek bahkan menggunakan piranti pembelajaran selain pensil dan buku dilarang? Sejenak kita fahami bahwa penedidikan itu bisa berlangsung jika faktor-faktor pendidikan terpenuhi diantaranya: peserta didik, pendidik, tujuan, lingkungan, sarana dan prasana. Diantara sarana ada sebuah metode dan alat yang digunakan dalam pembelajaran atau pendidikan. Baik alat eloktronik maupun non elektronik, dengan alat dan metode proses pembelajaran bisa berlangsung denngan baik dan mencapai tujuan yang dicita-citakan dengan sempurna. Kenapa ketika ujian berlangsung semua alat kognitif baik berupa alat elektronik maupun non elektronik harus ditanggalkan?.Ujian atau evaluasi merupakan puncak dan klimaks dalam proses pembelajaran, bahkan dalam teori Bloom taxsonomy (knowledge recall) merupakan urutan teratas kedua. dan tentunya tujuan ujian atau evaluasi untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menyerap ilmu yang telah disampaikan oleh seorang pendidik. Dengan ujian dam evaluasi tersebut pendidik bisa mengetahui sejauh mana pengetahuan yang telah mampu ditransfer kepada muridnya. Tentu untuk mengetahui hasilnya harus benar-benar bersih dari pengaruh piranti atau alat kognitif yang dipakai oleh peserta didik. Karena tanpa piranti kognitif pendidik benar-benar bisa mengetahui hasil murni dari penyerapan akan ilmu yang telah diajarkan oleh seorang pendidik kepada peserta didiknya.
Muncullah sebuah pertanyaan kenapa kita para peserta didik ketika ujian maupun ulangan dilarang mencontek bahkan menggunakan piranti pembelajaran selain pensil dan buku dilarang? Sejenak kita fahami bahwa penedidikan itu bisa berlangsung jika faktor-faktor pendidikan terpenuhi diantaranya: peserta didik, pendidik, tujuan, lingkungan, sarana dan prasana. Diantara sarana ada sebuah metode dan alat yang digunakan dalam pembelajaran atau pendidikan. Baik alat eloktronik maupun non elektronik, dengan alat dan metode proses pembelajaran bisa berlangsung denngan baik dan mencapai tujuan yang dicita-citakan dengan sempurna. Kenapa ketika ujian berlangsung semua alat kognitif baik berupa alat elektronik maupun non elektronik harus ditanggalkan?.Ujian atau evaluasi merupakan puncak dan klimaks dalam proses pembelajaran, bahkan dalam teori Bloom taxsonomy (knowledge recall) merupakan urutan teratas kedua. dan tentunya tujuan ujian atau evaluasi untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menyerap ilmu yang telah disampaikan oleh seorang pendidik. Dengan ujian dam evaluasi tersebut pendidik bisa mengetahui sejauh mana pengetahuan yang telah mampu ditransfer kepada muridnya. Tentu untuk mengetahui hasilnya harus benar-benar bersih dari pengaruh piranti atau alat kognitif yang dipakai oleh peserta didik. Karena tanpa piranti kognitif pendidik benar-benar bisa mengetahui hasil murni dari penyerapan akan ilmu yang telah diajarkan oleh seorang pendidik kepada peserta didiknya.
Sabtu, 31 Oktober 2009
presentasi
Presentasi merupakan langkah untuk menerangkan atau menjelaskan suatu materi didepan audience. Presentasi dengan menggunakan power point harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut sebagaimana yang pernah saya peroleh dari mata kuliah retorika dakwah dengan dosen Bpk Azar muttaqin:
- menulis dengan singkat dan jelas
- tidak memenuhi seluruh layar power point (menghindari kepadatan penulisan)
- warna byground dengan penulisan tidak sama atau memilih warna yang berbeda
- jika menggunakan animasi tidak berlebihan atau dapat mengganggu pembaca
- menggunakan musik yang selaras dengan materi yang disaji kan untuk memberi semangat dan motivasi kepada audience.
Tentunya masih banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan agar presentasi dengan menggunakan power point yang baik. Namun menurut saya presentasi yang baik dengan power point selain kesiapan pemateri atas materi yang disampaikan juga ketrampilan dalam mengolah menyajikan power point sehingga menarik audience.
- menulis dengan singkat dan jelas
- tidak memenuhi seluruh layar power point (menghindari kepadatan penulisan)
- warna byground dengan penulisan tidak sama atau memilih warna yang berbeda
- jika menggunakan animasi tidak berlebihan atau dapat mengganggu pembaca
- menggunakan musik yang selaras dengan materi yang disaji kan untuk memberi semangat dan motivasi kepada audience.
Tentunya masih banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan agar presentasi dengan menggunakan power point yang baik. Namun menurut saya presentasi yang baik dengan power point selain kesiapan pemateri atas materi yang disampaikan juga ketrampilan dalam mengolah menyajikan power point sehingga menarik audience.
Sabtu, 24 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)